Senin, 12 Mei 2014

STIKOM PELITA INDONESIA



UJI COBA DAN APLIKASI SISTEM
Defenisi dari testing Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengindentifikasikan etidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan.
§  Sub dari testing ada 3 yaitu :

  •  Testing dilakukan untuk memastikan kualitas (quality assurance) yaitu menguji apakah sistem informasi yang dihasilkan sesuai dengan Testing dilakukan untuk memastikan kualitas (quality assurance)

  • Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan(defect) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software.(Standar ANSI/IEEE 1059)

  •   Testing software adalah proses pengoperasian SW dalam suatu kondisi yang dikendalikan,untuk:

1.   Verifikasi  berlaku sebagaimana mestinya
2.   Mendeteksi error, dan Validasi, apakah sudah memenuhi keinginan user
3.   Verifikasi :pengecekan/pengetesan entitas-entitas, termasuk software,untuk pemenuhan dan konsistensi dengan melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang telah ditetapkan
4.   Validasi : melihat kebenaran sistem, apakah proses yang telah ditulis dalam spesifikasi adalah apa yang sebenarnya.
5.   Deteksi error :testing untuk mendeteksi kesalahan secara insentif, yaitu menentukan apakah suatu hal tersebut terjadi bilamana tidak seharusnya terjadi .
melalui pengetesan terhadap system akan dapat :
1.   Meningkatkan kepercayaan, tingkat resiko yang dapat diterima
2.   Menyediakan informasi yang dapat mencegah terulangnya error
3.   Menyediakan infromasi untuk mendeteksi error secara dini
4.   Mencari error dan kelemahan/keterbatasan sistem.
5.   Mencari sejauh apa kemampuan dari sistem
6.   Menyediakan informasi untuk kualitas produk software
§  Prinsip testing
a.   Testing yang komplit tidak mungkin
b.   Testing merupakan pekerjaan yang kreatif dan sulit
c.   Alasan yang penting diadakan testing adalah untuk mencegah terjadinya error
d.   Testing berbasis pada resiko
e.   Testing harus direncanakan
f.    Testing membutuhkan independensi
Testabilitas software adalah seberapa mudah suatu program komputer dapat dites (James Bach)
·         Operability
Semakin baik software bekerja,akan membuat software dites dengan lebih efisiensi
·         Observability
Apa yang anda lihat adalah apa yang anda tes
·         Controllability
Semakin baik kita dapat mengendalikan software, semakin banyak testing dapat diotomatisasi dan dioptimalisasi
·         Decomposability
Dengan pengendalian batasan testing, dapat lebih cepat dalam mengisolasi masalah dan melakukan testing ulang.
·         Simplicity
Semakin sedikit yang dites, semakin cepat dilakukan tes
·         Understandability
Semakin banyak infromasi yang kita miliki, akan dapat melakukan test lebih baik.
Apa itu software error,bugs dan defect?
§  Error adalah aksui manusia yang membuat hasil yang salah.
§  Fault adalah kesalahan langkah,proses,atau data dalam program komputer.
§  Failure adalah ketidakmampuan sistem  atau komponen untuk melakukan fungsi sesungguhnya.
§  Error merupakan kekurangan atau kesalahan manusia yang menghasilkan fault  dalam software.
§  Fault merupakan kondisi dimana software dapat mengakibatkan failure terjadi.
§  Failure bermula dari programer yang membuat error.error disini dapat berarti error logika atau sintaks yang menyebabkan kesalahan dalam fungsionalitas software . error dapat menyebabkan fault namun tidak semua error menghasilkan fault. Fault akan menhasilkan failure apabila ada event yang memicu terjadinya failure,namun tidak semua fault dapat menyebabkan failure.
§  Istilah defect adalah fault yang ditemukan oleh tester namun bagi pihak developer defect yang diakui oleh tim tester dinamakan bugs.
Beberapa Defect Software
Terdapat 13 kategori defect software (Kaner,Falk,Nguyen[KAM93A]):
  1. User Interface error-sistem memberikan suatu tampilan yang berbeda dari spesifikasi
  2. Eror handling- perlakuan terhadap error bila terjadi
  3. Boundary- related error- perlakukan terdapat nilai batasan dari jangkauan mereka yang tidak benar
  4. Calculation error – perhitungan aritmatika dan logika yang mungkin tidak benar
  5. Initial and Later states – fungsi gagal pada saat pertama digunakan atau sesudah itu
  6. Control flow error – pilihan terhadap apa yang dilakukan berikutnya tidak sesuai untuk status saat ini.
  7. Error in handling or interpreting data – melewatkan dan mengkonversikan data antar sistem
  8. Race condition – bila dua event diproses maka salah satu akan diterima berdasarkan prioritas sampai pekerjaan selesai dengan baik, baru pekerjaan berikutnya.
  9. Load condition – saat sistem dipaksa maksimum, amsalh akan mulai muncul, seperti arrays, overflow, diskfull.
  10. Hardaware –antar muka dengan suatu device mungkin tidak dapat beroperasi dengan benar.
  11. Source and Version Control – program yang telah kadarluarsa mungkin dapat digunakan lagi bila ada revisi.
  12. Documentasi- penggunaan tidak dapat melihat operasi yang telah dideskripsikan dalam dokumen panduan
  13. Testing error-tester membuat kesalahan selama testing dan berpikir bahawa sistem berkelakukan tidak benar.






 Mengapa perlu pengujian?
        Persepsi umum tentang pengujian adalah bahwa ini hanya terdiri dari pelaksanaan, misalnya mejalankan perangkat lunak. Itu merupakan bagian dari pengujian, tapi bukan keseluruhan kegiatan pengujian. Kegiatan pengujian ada pada sebelum dan sesudah eksekusi pengujian :kegiatan seperti perencanaan dan pengendalian, memilih ketentuan pengujian, merancang kasus pengujian dan hasil pengecekan, mengevaluasi criteria hasil, melaporkan pengujian proses dan sistem selama pengujian, dan penyelesaian (setelah fase pengujian telah dilengkapi). Pengujian juga mencakup pengamatan dokumen (termasuk kode sumber ) dan analisis statis.
        Baik pengujian dinamis maupun statis, bias digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang sama, dan akan menyediakan informasi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem untuk diuji, dan proses pengembangan serta pengujian.
Terdapat beberapa tujuan pengujian:
  • Mencari tahu kerusakan
  • Mencapai keyakinan diri menyangkut tingkat kualitas dan penyediaan informasi.
  • Mencegah kerusakan
Proses pemikiran untuk merencanakan pengujian lebih awal dalam daur hidup (memperbaharui dasar pengujian melalui rancangan pengujian) dapat  membantu mencegah kerusakan berkaitan dengan kode. Pengamatan dokumen juga membantu mencegah kerusakan muncul dikode.
Perbedaan sudut pandang pengujian membutuhkan objek yang berbeda. sebagai
Contoh, dalam pengembangan pengujian(komponen, pengujian integrasi dan sistem), objek utama bias menghasilkan kelalaian sebanyak mungkin sehingga kerusakan diperangkat lunak teridentifikasi dan bias diperbaiki. Dalam pengujian penerimaan, objek utama dapat memastikan bahwa sistem bekerja seperti yang diharapkan, untuk mencapai keyakinan bahwa telah memenuhi syarat. Dalam beberapa kasus objek utama pengujian dapat memastikan kualitas perangkat lunak (tanpa bermaksud memperbaiki kerusakan), untuk memberi informasi kepada stakeholder mengenai resiko melepaskan sistem pada waktu yang ditentukan.
a.   Kenapa Testing diperlukan?
Konteks sistem Software
Sistem software sudah menjadi bagian dalam kehidupan dan menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kinerja pada karyawan dan bisnis. Sistem memerlukan suatu perawatan dan berbaikan secara berkala sehingga program tidak banyak menimbulkan masalah, baik proses transaksi, proses bisnis seperti penggunaan komputer untuk kemudahan pada pekerjaan.

b.   Beberapa Penyebab kegagalan software
        Kesalahan dalam mendesain dan analisa dapat mengakibatkan kegagalan pada sistem. Programmer dapat membuat kesalahan dalam pengkodean, pada sebuah program, atau dalam sistem sehingga terjadi kegagalan atau ketidak efectifan sistem yang digunakan dalam proses bisnis.
Kegagalan dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti radiasi, magnetis, medan magnet dan polusi dapat meyebabkan kesalahan program atau mempengaruhi kondisi perangkat lunak atau perangkat keras.
c.   Prinsip-prinsip Pengujian Umum

Prinsip 1-Pengujian Menunujukkan Adanya Kerusakan
Pengujian bisa menunjukkan bahwa kerusakan itu ada, tapi tidak bisa membuktikan bahwa tidak adanya kerusakan. Pengujian mengurangi kemungkinan kerusakan tertinggal di perangkat lunak, tapi walaupun tidak adanya kerusakan yang ditemukan, itu bukan merupakan bukti ketepatan.


Prinsip 2-Pengujian secara mendalam adalah Mustahil
menguji segalanya(semua kombinasi input dan prakondisi) tidak berlaku untuk beberapa kasus. Disamping pengujian mendalam,resiko analisis dan prioritas harus digunakan untuk memfokuskan tujuan pengujian.

Prinsip 3-Pengujian Awal
Pengujian harus dilakukan sedini mungkin bagi perangkat lunak atau daur hidup pengembangan sistem, dan harus difokuskan pada tujuan yang telah ditentukan.

Prinsip 4-Pengelompokkan Kerusakan
Beberapa modul berisi sebagian besar kerusakan ditemukan selama pra pengujian, atau bertanggung jawab terhadap sebagian besar kelalaian operasional. Kerusakan dapat dikelompokan dengan besarnya kerusakan tersebut.

Prinsip 5-Pradoks Pestisida

Bila sebuah pengujian yang sama dilakukan berulang kali, beberapa kasus pengujian yang sama tidak akan menemukan kerusakan baru lagi.untuk menyelesaikan “Raradoks Pestisida” ini, harus diamati dan diperbaharui secara rutin.

Prinsip 6-Pengujian Bergantung pada Keadaan
Pengujian dapat dibedakan dilihat dari kompleksitas sistem dan keadaan perangkat lunak serta kapasitas sistem tersebut. Contoh perangkat lunak keamanan tingkat tinggi berbeda dengan situs e-commerce.

Prinsip 7-Pemikiran tanpa kesalahan
Menemukan dan memperbaiki kerusakan tidak akan membantu jika sistem yang dibangun tidak dapat digunakan dan tidak memenuhi kebutuhan serta harapan pengguna.

d.   Dalam pengujian perangkat lunak terdapat, 3 Tahapan dalam Testing
·         Unit Testing adalah pengujian dari unit yang kecil  agar berjalan sebagaimana mestinya.
·         System Testing adalah pengujian keseluruhan mulai dari input sampai output.
·         Acceptance Testing adalah pengujian dilakukan dengan meminta persetujuan dari sipemakai.
 Terdapat dua cara disain Test Case, yaitu:

·         black box testing adalah Dengan berdasarkan pada fungsi yang dispesifikasi dari produk, tes dapat dilakukan dengan mendemontrasikan tiap fungsi telah beroperasi secara penuh sesuai dengan harapan.
·         white box testing adalah Dengan pengetahuan operasi internal dari produk, tes dapat dilakukan untuk memastiskan semua komponen berjalan semestinya, operasi internal berlaku berdasarkan pada spesifikasi dan semua komponen internal telah cukup diperiksa.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

PERANCANGAN INTERATIF, PENGUJIAN, DAN EVALUASI
Participatory Design dan Analisis Tugas
         Participatory design adalah perancangan yang
 melibatkan pemakai .menciptakan suatu interface/sistem yang lebih nyaman bagi users.
         Dampak Keterlibatan pemakai dalam perancangan :
        Menghasilkan lebih banyak informasi yang akurat tentang tugas .artinya informasi didapat dari pemakai.
        Memberi kesempatan untuk berargumen atas keputusan rancangan
        Memberi rasa keikutsertaan yang membentuk investasi ego dalam implementasi yang sukses artinya  programer harus menerima masukan dari user atau si pemakai.
        Potensi untuk meningkatkan penerimaan pemakai atas Sistem Final artinya kepercayaan user untuk menerima hasil akhir program meningkat.
         Perancangan adalah hal yang kreatif dan tak dapat diduga. Carroll dan Rosson menyebutkan karakteristik perancangan sebagai berikut :
        Perancangan adalah suatu proses; bukan merupakan keadaan dan tidak dapat direpresentasikan dengan memadai oleh statistik artinya perancangan tidak dapat diukur atau diprediksi dengan angka atau persen.
        Proses perancangan adalah non-hierarkis; tidak ketat bottom-up maupun top-down artinya dalam merancang tidak ada tingkatan  atau tidak ada aturan waktu.
        Proses perancangan adalah transformasional secara radikal ; melibatkan pengembangan solusi sebagian dan sementara yang akhirnya mungkin tidak berperan dalam rancangan akhir
Artinya perubahan secara pasti,isi fikiran atau ide ditransformasikan dalam bentuk nyata.
        Perancangan secara intrinsik melibatkan penemuan tujuan-tujuan baru artinya perancangan selalu update atau berinovasi.

. Sasaran Perancangan Sistem Informasi
         Menentukan secara tepat banyaknya Informasi yang dibutuhkan User artinya programer harus menentukan secara tepat banyak tidaknya informasi  yang seharusnya diterima oleh masing-masing pihak yang membutuhkan agar benar-benar membantu dalam menjalankan pekerjaan.
         Melakukan Standarisasi
a.   Persaingan: jika semua orang sudah memakai maka kita juga harus memakai.
b.   Penyesuaian:disamakan,dari yang manual dirubah menjadi standarisasi.
         Pengembangan Sistem Pengendalian bertujuan untuk bisa menghasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efesiensi.contoh pengendalian file yang dulunya manual sudah elektronik.
         Mengurangi Fungsi-fungsi yang terduplikasi artinya menghindari duplikasi baik dari hal tujuan,operasi,data,form-form,serta laporannya juga menghindarkan adanya prosedur-prosedur yang tidak perlu.

Panduan Dasar Perancangan Sistem
         Apakah Sistem berjalan akan dikembangkan  artinya dari manual sudah dikomputerisasi dengan komponen-komponen yang tidak berkurang atau disederhanakan contoh krs yang dulu 3tanda tangan sekarang menjadi 2 tanda tangan saja.
         Apakah sejumlah langkah telah dijalankan artinya ada masalahkah,survey dan beri solusi.
         Menghindari Fungsi yang mengalami Redundansi & Duplikasi
         Sistem baru harus lebih lengkap, bekerja lebih cepat, menyeluruh, dan lebih murah dibanding Sistem berjalan,murah dalam artian biaya operasional.
         Laporan yang dikeluarkan Sistem Baru harus benar-benar memenuhi kebutuhan Informasi User dan Management artinya laporan-laporan yang membantu dalam proses pengelolaan pekerjaan.
         Diperlukan Sarana yang mempermudah pengendalian terhadap Implementasi Sistem,perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam pengendalian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar